Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 30 Maret 2014

Pendakian Gunung Merapi

   Pada Tanggal 20/10/12 Saya dan 2 orang teman saya melakukan pendakian ke gunung merapi, dari rumah pukul 18.30 WIB. Perjalanan dari rumah ke basecamp merapi atau desa selo sekitar 2 jam. Beristirahat di basecamp sekitar 30 menit, sambil membeli tiket masuk. semua sudah beres, tidak lupa kita bertiga berdo'a sebelum melakukan pendakian. kita bertiga melakukan pendakian malam sampai jam 12 malam baru mendirikan tenda untuk beristirahat dan tidur. Perjalanan masih panjang jadi kita bertiga memilih untuk tidur dulu dan diteruskan pada pagi harinya.




Inilah foto pada pagi hari di gunung merapi. Bangun dari tidur langsung dikasih pemandangan yang indah. Mantap dwech. Sebelum melanjutkan pendakian kita bertiga tidak lupa membuat secangkir kopi. hehe... dan tidak lupa memasak mie. Mendaki gunung juga melatih kita untuk mandiri, kalau di rumah biasanya tinggal makan kalau mendaki gunung harus masak sendiri.



 Inilah foto dimana kita bertiga mendirikan tenda


Setelah makan dan minum kopinya sudah selesai kita bertiga melanjutkan pendakian. Ditengah perjalan kita menemukan pemandangan yang bagus, tidak lupa kita untuk foto-foto dulu.



 Narsis dulu gan. hehe... Itu adalah gunung merbabu, gunung merbabu dan gunung merapi kalau dilihat dari kejauhan seperti gunung kembar. Setelah berfoto-foto kita melanjutkan perjalan lagi. Setelah sekitar 1 jam perjalanan kita beristirahat dulu untuk mengatur nafas karena pendakian masih jauh. Tidak lupa kalau sedang istirahat kita juga berfoto-foto lagi.




Kurang 1/4 perjalanan lagi gan. itu puncaknya udah kelihatan. 



Gunung Merapi Setelah Meletus



http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/06/merapi.jpg

Ini foto gunung merapi setelah meletus, dulu sih gak kyak gni. skrang lubang lavanya menjadi lebih besar.

Senin, 25 Februari 2013

Indahnya Panorama Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung dari lima gunung yang terdapat di komplek Pegunungan Tengger di laut pasir. Daya tarik gunung ini adalah merupakan gunung yang masih aktif dan dapat dengan mudah didaki / dikunjungi. Obyek wisata Gunung Bromo ini merupakan fenomena dan atraksi alami yang merupakan salah satu daya tarik pengunjung.

Kekhasan gejala alam yang tidak ditemukan di tempat lain adalah adanya kawah di tengah kawah ( creater in the creater ) dengan hamparan laut pasir yang mengelilinginya. Bagi pengunjung yang ingin melihat lebih dekat dan menghirup aroma asap vulkanik wisatawan dapat naik ke puncak Bromo.



Untuk sampai di puncak Gunung Bromo telah disediakan tangga dari beton. Bila kita sampai di puncak maka tampak kawah Bromo yang menganga lebar dengan kepulan asap yang keluar dari dasarnya yang menandakan gunung ini masih aktif. Dari puncak inilah pengunjung dapat menikmati / menyaksikan kawah Bromo dengan kepulan - kepulan asapnya yang relatif tipis, serta ke arah belakang dapat menyaksikan keindahan panorama hamparan laut pasir dengan siluet alamnya yang mempesonakan.

Daya tarik lainnya, adalah bahwa gunung ini merupakan tempat bagi berlangsungnya acara puncak upacara ritual masyarakat Tengger ( Kasada ) yakni berupa pelemparan hasil bumi sebagai persembahan ke kawah Gunung Bromo. Upacara inilah yang menarik wisatawan untuk menyaksikan acara yang hanya berlangsung satu tahun sekali. Gunung Bromo ( dari bahasa Sansekerta / Jawa kuno: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu ), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di jawa Timur.

Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter ( utara-selatan ) dan ± 600 meter ( timur - barat ). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari - jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Sumber :  http://www.belantaraindonesia.org