Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 25 Februari 2013

Indahnya Panorama Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung dari lima gunung yang terdapat di komplek Pegunungan Tengger di laut pasir. Daya tarik gunung ini adalah merupakan gunung yang masih aktif dan dapat dengan mudah didaki / dikunjungi. Obyek wisata Gunung Bromo ini merupakan fenomena dan atraksi alami yang merupakan salah satu daya tarik pengunjung.

Kekhasan gejala alam yang tidak ditemukan di tempat lain adalah adanya kawah di tengah kawah ( creater in the creater ) dengan hamparan laut pasir yang mengelilinginya. Bagi pengunjung yang ingin melihat lebih dekat dan menghirup aroma asap vulkanik wisatawan dapat naik ke puncak Bromo.



Untuk sampai di puncak Gunung Bromo telah disediakan tangga dari beton. Bila kita sampai di puncak maka tampak kawah Bromo yang menganga lebar dengan kepulan asap yang keluar dari dasarnya yang menandakan gunung ini masih aktif. Dari puncak inilah pengunjung dapat menikmati / menyaksikan kawah Bromo dengan kepulan - kepulan asapnya yang relatif tipis, serta ke arah belakang dapat menyaksikan keindahan panorama hamparan laut pasir dengan siluet alamnya yang mempesonakan.

Daya tarik lainnya, adalah bahwa gunung ini merupakan tempat bagi berlangsungnya acara puncak upacara ritual masyarakat Tengger ( Kasada ) yakni berupa pelemparan hasil bumi sebagai persembahan ke kawah Gunung Bromo. Upacara inilah yang menarik wisatawan untuk menyaksikan acara yang hanya berlangsung satu tahun sekali. Gunung Bromo ( dari bahasa Sansekerta / Jawa kuno: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu ), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di jawa Timur.

Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter ( utara-selatan ) dan ± 600 meter ( timur - barat ). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari - jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Sumber :  http://www.belantaraindonesia.org

Melihat Matahari Terbit Bromo dari Pananjakan

Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk melihatnya, anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan merupakan medan yang berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat anda tersesat. 

Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop ( sejenis mobil jeep ) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung. Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan  kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu terbitnya matahari.



Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. 

Namun, saat langit cerah, anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama - tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan - lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung - gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Sumber : http://www.belantaraindonesia.org

Pendakian Gunung Merbabu



Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terkenal dengan eksotisme pemandangan yang cukup membuat orang ketagihan untuk mendaki gunung ini. Gunung Merbabu cukup populer sebagai ajang kegiatan pendakian. Medannya tidak terlalu berat namun potensi bahaya yang harus diperhatikan pendaki adalah udara dingin, kabut tebal, hutan yang lebat namun homogen, serta ketiadaan sumber air. Untuk bisa sampai ke puncak gunung merbabu memiliki 3 jalur yaitu jalur Kopeng, Wekas dan jalur Selo. Disini saya hanya akan membahas jalur selo saja. Untuk yang lain mungkin menyusul. Langsung saja kita menuju ke TKP.
Akses menuju selo
Untuk yang ingin melakukan pendakian dari tempat ini kalian darimana saja bisa menuju terminal kota boyolali terlebih dahulu, Untuk menuju ke Selo dari kota Boyolali menggunakan bus kecil jurusan Selo. Bus yang langsung ke Selo agak jarang biasanya hanya sampai Pasar Cepogo, dan dari pasar Cepogo ganti lagi bus kecil yang menuju Selo. Dari kota Boyolali bus kecil yang menuju Selo ini tidak parkir di terminal Boyolali. Pendaki harus sedikit berjalan kaki ke Pasar Sapi di mana bus kecil jurusan Cepogo/Selo berhenti mencari penumpang. Di Pasar ini terdapat patung Sapi yang melambangkan industri peternakan sapi yang menjadi andalan pendapatan masyarakat Boyolali. Dari sini kalian nanti bisa turun di depan polsek selo.
Basecamp
Sekilas tentang bascamp ini kita bisa mendapat tempat yang memiliki pemandangan yang elok, namun di tempat ini Air bersih agak sulit di dapat di Selo, penduduk desa Lencoh yang berada di lereng gunung Merapi untuk memperoleh air bersih harus menyalurkan air bersih yang berasal dari gunung Merbabu. Sehingga di Selo jarang terdapat hotel, losmen, atau penginapan. Untuk menuju ke basecamp Gn. Merbabu, dari Selo tepatnya dari kantor Polisi, pendaki harus berjalan kaki menyusuri jalan aspal sekitar 1 jam, cukup jauh dan menanjak sehingga cukup melelahkan. Melintasi perkampungan penduduk dan ladang-ladang yang berada di lereng-lereng terjal. Pendaki bisa menyewa mobil bak sayuran untuk menuju ke basecamp, atau bisa juga naik ojek. Untuk pemanasan pendakian, berjalan kaki bisa menjadi pilihan yang lebih murah. Truk tidak bisa mencapai basecamp karena ada portal dan jalan yang dilalui rawan longsor. Biasanya pendaki menginap di rumah warga setelah atau sebelum mendaki gunung Merbabu yang juga menjadi basecamp. Rumahnya sangat besar bisa menampung puluhan pendaki yang menginap. Di rumah warga ini pendaki bisa memesan makanan dan minuman, seperti nasi goreng, mie rebus, dan kopi. Stiker kaos dan aneka cendara mata juga bisa di peroleh di basecamp yg berupa rumah-rumah penduduk ini.
Perjalanan pendakian


Dari basecamp, pendakian diawali dengan melintasi area perkemahan yang sangat luas yang ditumbuh pohon-pohon pinus sehingga cukup rindang dan sejuk di siang hari. Agak landai kemudian mulai memasuki kawasan hutan. Jalur pendakian masih cukup landai, namun akan banyak dijumpai pertigaan, maupun perempatan jalur yang menuju ke perkampungan penduduk, maupun jalur penduduk mencari kayu bakar dan rumput, untuk itu tetap pilih jalur yang paling lebar.
Dari Mpitian masih agak landai melintasi hutan akan berjumpa dengan sungai kering yang berisi pasir. Setelah menyeberangi sungai kering jalur mulai agak menanjak namun masih melintasi hutan. Setelah berjalan sekitar satu jam dari sungai kering ini jalur terjal sekali meliuk mendaki bukit dan sampailah kita di tikungan macan.
Pada tikungan macan ini pendaki di harapkan berhati-hati dan jangan turun terus karena pendaki bisa saja terseat dengan adanya hutan yang amat lebat sekali.  Setelah kita dari tikungan macan kita akan berjumpa dengan medan yang mulai  sedikit terbuka dengan jalur yang mulai menanjak, setelah setengah jam perjalanan kita akan menjumpai medan yang lumayan susah dan semakin terjal, setengahj am perjalanan kemudian kita akan sampai pada batu tulis, batu tulis ini merupakan tempat terbuka yang lumayan luas yang di tengahnya terdapat batu yang cukup besar, di tempat ini kita mendapatkan pemandangan yang lumayan indah sebagai pengobat lelah.
Dari batu tulis kita di hadapkan dengan medan yang bener2 terbuka dengan hamparan ilalang dan lumayan berdebu pad musim kemarau. Dari tempat ini puncak merbabu belum bisaa kita lihat, dari sini kita harus melewati 4 bukit besar lagi  untuk sampa pada puncaknya. Namun kalian tidak perlu khawatir karena sepanjang perjalann kalian akan di paparkan dengan pemandangan yang begitu elok sehingga kalian seakan-akan tidak sadar   dengan keindahannya setelah dari sini kita akan sampai pada jemblongan dimana ditempat itu banyak di jumpai pohon edelwais yang rindang dan lumayan rapat. Pada tempat ini pula kalian bisa mendapatkan tempat berteduh yang rindang sampai kalian ke puncak. Berlanjut pada perjalanan kita akan berjalan sekitar 1 jam perjalanan agar bisa melihat puncak merbabu namun kalian akan sedikit tercengang bila belihat medan terahir tuk mencapai puncak merbabu karena keterjalannya. Namun dengan waktu tempuh sekitar 45 menit kalian akan bisa mengalahkan medan tersebut dan bisa sampai pada puncak merbabu pada puncak kenteng songo ini kalian akan menemukan 4 buah batu berlubang yang dikeramatkan.
Dari puncak Kenteng songo kita dapat memandang Gn. Merapi dengan puncaknya yang mengepulkan asap setiap saat, nampak dekat sekali. Ke arah barat tampak Gn.Sumbing dan Sundoro yang kelihatan sangat jelas dan indah, seolah-olah menantang untuk di daki. Lebih dekat lagi tampak Gn. Telomoyo dan Gn.Ungaran. Dari kejauhan ke arah timur tampak Gn. Lawu dengan puncaknya yang memanjang.

 

Sumber :  http://onezzone.blogspot.com

Legenda Gunung Merapi


Salah satu gunung berapi yang paling terkenal di Jawa adalah Gunung Merapi. Gunung Merapi yang terletak di daerah Yogyakarta tersebut dikenal sebagai salah satu gunung berapi yang paling aktif di Pulau Jawa. Banyak yang percaya bahwa letusan Gunung Merapi tersebut berhubungan dengan makhluk halus yang menghuni di sana.
Menurut cerita, Gunung Merapi yang kita kenal sekarang ini, sebenarnya adalah Gunung Jamurdipo. Dahulu kala, saat Pulau Jawa diciptakan, Pulau Jawa sempat miring karena letak Gunung Jamurdipo yang berada di ujung barat Pulau Jawa. Untuk menyeimbangkan Pulau Jawa, Dewa Krincingwesi berinisiatif memindahkan gunung Jamurdipo tersebut tepat ke tengah-tengah pulau Jawa.
Di saat yang bersamaan, ternyata di tengah-tengah Pulau Jawa terdapat dua empu yang ternyata kakak beradik dan sedang membuat keris. Mereka adalah Empu Rama dan Permadi. Kedua empu tersebut diperingatkan oleh Dewa untuk pindah, namun keduanya tetap bersikeras dan tidak mau beranjak dari tempatnya. Hingga akhirnya Dewa murka dan Gunung Jamurdipo pun diangkat lalu dijatuhkan tepat di tempat kedua empu tersebut membuat keris.
Kedua empu tersebut akhirnya meninggal terpendam di bawah Gunung Jamurdipo. Agar arwah kedua empu tersebut tidak murka dan membalas dendam, maka masyarakat di sekitar Gunung Jamurdipo memberikan sesajen pada waktu-waktu tertentu. Gunung Jamurdipo pun diubah namanya menjadi Gunung Merapi yang artinya tempat perapian kedua empu, yaitu: Empu Rama dan Permadi. Menurut legenda, arwah kedua empu tersebut menguasai seluruh golongan makhluk halus yang mendiami Gunung Merapi tersebut.
Misteri gunung berapi di Pulau Jawa sangat dipercaya oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi, gunung tersebut mengandung kekuatan tersendiri. Menurut mereka, beragam jenis makhluk halus tinggal di sekitar Gunung Merapi tersebut.
Pada masa kerajaan Mataram, Gunung Merapi dipercaya pernah membantu perang antara kerajaan Mataram dan Pajang. Konon kabarnya, kerajaan Mataram berhasil memperoleh kemenangan karena bantuan dari penguasa Gunung Merapi. Pada saat perang tersebut, Gunung Merapi meletus sehingga seluruh pasukan Pajang tewas seketika dan tak bersisa. Namun ,akibat dari letusan itu bangunan-bangunan kerajaan Mataram juga ikut menjadi korban,seperti contoh penemuan-penemuan candi disekitaran Yogyakarta yang banyak terkubur oleh material vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Selain itu menurut sejarah perkembangan merapi, Gunung Merapi juga pernah membelah dan menenggelamkan pulau jawa,sehingga menimbukan banyak korban. Hal ini juga diperkuat oleh adanya penemuan-penemuan batu karang yang biasaya ada dilaut terdapat disekitaran Gunung Merapi.
Setelah letusan terbesar merapi yang konon pernah menenggelamkan pulau jawa dan menjadikan kerajaan Mataram berpindah. Kini Gunung Merapi mulai dihuni oleh masyarakat lagi disekitaran kaki Gunung. Namun, letusan merapi pada thun 2010 lalu juga mengakibatkan rumah-rumah disekitaran gung merapi ikut terkubur oleh material vulkanik.
Pada letusan tahun 2010 itu masyarakat disekitaran Yogyakarta menghubungkan Gunung Merapi kehal-hal mistis pula. Ada beberapa versi cerita yang membahas tentang letusan Merapi dan menyangkut pautkan ke hal mistis. Ada yang mengatakan bahwa sedang terjadi perang gaib antara penguasa merapi dan laut selatan. Dan para korban-korban meninggal karena letusan gunung merapi konon dijadikan prajurit untuk melawan pasukan dari pantai selatan.
Ada juga orang yang mengatakan Gunung Merapi sedang mempunyai hajat dengan penguasa pantai selatan, sehingga lahar ataupun debu vulkanik dianggap kiriman (dalam bahasa Jawa disebut “bancakan”) dan berusaha mencapai pantai selatan.
Selain itumasyarakat mengganggap bahwa kisah Merapi dan juga Pantai Selatan masih erat kaitanya dengan Kraton Yogyakarta yang juga masih berbau mistis. 

Sumber : http://www.kompasiana.com

Gunung Semeru Objek Wisata Lemajang Yang Menantang

Sebuah gunung yang terletak di antara kabupaten malang dan lemajang memiliki sebuah nama yaitu gunung Semeru, atau yang lebih di kenal dengan puncak mahamerunya.  Gunung Semeru ini adalah gunung yang tertinggi di pulau jawa dengan ketinggian 3.676 meter oleh sebab itu, untuk menuju ke puncak gunung tersebut anda membutuhkan waktu kurang lebih 2 hari untuk berangkatnnya, dan 2 hari lagi untuk melakukan perjalan pulangnya. Objek wisata Lemajang ini sudah di kenal oleh banyak petualang karena mereka menyukai petualagan menuju ke puncak gunung tersebut.
 


Jika anda ingin mengunjungi salah satu objek wisata Lemajang ini, anda dapatmenuju ke sebuah desa yang bernama desa Ranu Pani, ketika anda menemukn desa tersebut anda akan meneukan pos gunung Semeru tersebut dan selanjutnya anda dapat melanjutjan perjalan yang masih cukup panjang lagi melalui hutan hutan. Jika anda sangat ingin sekali mengunjungi objek wisata ini, anda harus mempersiapkan beberapa hal yang pertama adalah mental, ke dua adalah tenaga dan semangat, dan yang terakhir adalah bekal makanan yang dapat anda konsumsi ketika anda sedang berada di perjalanan.  Mungkin Gunung semeru hanya cocok di datangi oleh para pria , karena rintangan menuju gunung Semeru ini sangat menguras tenaga.
 


Gunung Semeru ini sebenarnya merupakan salah satu gunung berapi yang letaknya di pulau Jawa, gunung ini merupakan gunung berapai yang memiliki ketinggian yang tidak tertandingi di pulau Jawa, kawah yang berada di gunung Semeru ini menjadi tontonan utama yang mengunjungi lokasi tersebut, sebuah kubah dan aliran lava menjadi obat penghapus lelah ketika anda telah sampai di puncak gunung Semeru ini. keindahan yang di sajikan di puncak gunung semeru ini dapat anda rasakan hanya dengan membayar biaya Rp. 20.000 rupiah per orang nya, namun untuk mengunjungi tempat ini anda tidak boleh membawa pasukan terlalu banyak, anda hany di perbolehkan berangkat menuju gunung tersebut bersama 9 orang teman anda. Dengan melalui beberapa pos pos yang terdapat dalam hutan  tersebut, anda akan di tuntun untuk menemukan puncak gunung Semeru.
Di salah satu objek wisata Lemajang ini anda dapat melihat keindahan alam yang akan memberikan anda sebuah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Jika anda memiliki waktu dan anda menyukai tantangan, tempat inilah yang cocok untuk anda tempuh. 
 

Sumber : http://panduantempatwisata.blogspot.com/